You say that you love rain, but you open your umbrella when it rains. You say that you love the sun, but you find a shadow spot when the sun shines. You say that you love the wind, but you close your windows when wind blows. This is why I am afraid, you say that you love me too

William Skakespeare (via vvolare)

(via paper-trees)

If you were mine, I’d kiss your ankles and neck and the tip of your nose. I’d bring you film canisters filled with love notes and interesting books and I’d send you texts with random facts whenever I discovered something new. I’d show up at your house at midnight with a pot of your favourite kind of tea and a blanket and tell you to come down so we could lie down on your lawn and look at the stars. I’d go into the city with you and throw away your map and search for someplace beautiful. I’d photograph you every day. I’d buy you baggy t-shirts and sing to you constantly. I’d give you your space if you wanted it, I’d make you mixes for every week we’d been together, I’d hold your hand underwater, and I’d love you until you asked me not to.

papertrees:

dawnawakened:

Dark Knight Trilogy

worth reblogging

(via artpixie)

persimpangan itu? oh.

aku rindu. ya, rindu.

bagaimana kabarmu di persimpang yang lain? baik kah? atau sebaliknya?

aku tidak baik, tidak baik sejak kita bertemu bersama, berpandangan lalu saling melepaskan di ujung persimpangan. oh, aku tidak baik tanpa mengenggam tanganmu. cukup egois bukan? ntahlah, di tengah-tengah egois dan kekanakan.

aku rindu. ya, rindu.

sudah kau temukan kah separuh hati yang lain-selain aku?

aku belum. aku masih berlari, terjebak dalam lingkaran dengan sudut dan tempat yang sama. beberapa langkah maju kedepan kemudian berhenti lagi.

aku berlari, mencari jalan agar penyesalan dalam kenangan tak membuntuti jalan hidupku yang lain.

aku rindu. ya, rindu.

aku merindukan segala sesuatu yang ada di dirimu, ntah baik ataupun buruk aku tak perduli. menginginkanmu tetap di sampingku yang selalu aku inginkan, ya seperti dulu. ingatkah kau? merangkai kata demi kata, cinta, kenangan dan cita-cita.

aku rindu, ya rindu.

“aku cinta kamu bodoh” 4 kata yang membuat ku tersenyum bangga pada dunia. hey! aku cinta dia! taukah kau?bumi, langit, bintang dan teman-temannya? oh.

aku nyaris lupa, bahwa kita tak lagi bersama maka dari itu banyak jarak di antara kau dan aku yang tak dapat lagi aku ungkapkan berapa besarnya.

aku nyaris lupa, bahwa aku yang memudarkan cinta serta kasih yang pernah ia berikan untukku. kesalahan yang sama, membuat ia pergi selamanya.

taukah kau betapa menyesal nya aku? 10 juni 2012? minggu pagi? ntahlah, pikiranku kacau. aku takut kau pergi, tapi aku yang membuatmu pergi jauh dari sini. dari hatiku juga senyumku.

taukah kau betapa menyesal nya aku? 16 februari 2012? kamis malam? tidak mempercayaimu? taukah kau aku ingin belajar membuat mesin waktu agar aku bisa mengubah waktu?

taukah kau betapa menyesal nya aku dengan segala sifat kekanak-kanakanku yang akhir-akhir ini membuat ku cukup muak?dan benci pada diriku sendiri.

taukah kau?pertengkaran kecil, teriakan itu selalu membuntuti setiap malamku? taukah kau? betapa menyesal nya aku saat berlari meninggalkanmu saat pertengkaran serta debat yang kita ucapkan?

taukah kau?betapa menyesal nya aku melupakanmu dengan cara yang tak semestinya? ya. itulah yang aku rasakan,penyesalan dan kenangan. ntahlah, ingin lompat dari gedung tinggi di jalan tengku umar rasanya-

aku mencintaimu sepenuh hatiku. aku mencintai kekuranganmu serta seluruh pada dirimu. aku mencintaimu seperti itu saja, tak menuntut apa-apa. tak ada kesempatan kedua untukku, untuk menyayangimu semestinya, untuk menghargaimu seharusnya, untuk ada untukmu seterusnya.

masih adakah aku di sudut relung hatimu? tidak. kurasa jawaban yang kau lontarkan tidak. setelah apa-yang-aku-lakukan.

taukah kau?begitu susah nya aku mengontrol emosi serta kekurangan ku yang tak pernah kau sukai, kau benci? taukah kau? aku bertanya-tanya sendiri bagaimana aku harus berubah dengan cara yang semestinya.

taukah kau?menghilangnya kau dari sudut hatiku membuat aku lupa bagaimana rasanya bahagia dan di bahagiakan?aku bahkan lupa terakhir kali aku melakukannya kapan.

“i want you back” “kalo engga?” “wah sayang sekali…” danbla bla bla lalu sebatas read yang kau berikan. taukah kau? betapa putus asa nya aku? harapan itu hilang, bagaimana aku mesti berharap jika harapan itu hilang, pergi dengan kekecewaan dan penyesalan?

bagaimana bisa aku diam berpangku tangan sampai hari aku akan mengucapkan “hey, langgeng ya” itu akhirnya terlontar dari mulutku dan bahkan gadis itu bukan aku lagi? bukan aku lagi yang kau genggam jari-jari nya di tengah keramaian. bukan aku lagi gadis yang memeluk mu dikala kau sedih. bukan aku, kau pergi dan aku masih terjebak dalam penyesalan kenangan dan pengharapan kosong kesempatan.

taukah kau bagaimana rasanya menunggu hal yang tidak pernah terjadi dan bahkan tak pernah menjadi milikku lagi?

taukah kau aku pulang agar setengah tahunan kita, aku masih bisa memeluk serta mencium keningu? taukah kau bagaimana hal sekecil apapun yg kau lakukan membuat seakan langit dan bintang sejengkal jaraknya dari kepalaku? taukah kau?

pernahkah kau merasa, bahwa kau lah satu-satu nya orang yang mendatangkan begitu banyak bahagia serta harapan? suatu saat kau akan merasakan yang aku rasakan saat ini.

antarkan aku ke bulan juni itu, merubah semua nya agar semua terasa baik saja. kupikir akan seperti beberapa bulan yang lalu, ketika kita terpisah lalu akhirnya kembali.

ternyata. aku salah, persimpangan itu membuat kau dan aku hidup pada jalan masing-masing yang dulunya kita jalani bersama.

untuk semua kecewa, penyesalan dan maafku tak cukup. akan kutebus suatu hari nanti.

akan seperti ini seterusnya, kau akan menjadi orang yang tak terlupakan walau dengan cara yang tak semestinya, akan seperti ini seterusnya, mencintaimu dengan sudut tersendiri melepaskanmu untuk gadis lain yang aku sadari bukan aku lagi.

90212-110612.

untuk yang pertama memberikan warna seindah ini.

untuk yang pertama memberikanku arti dari kehilangan.

untuk yang pertama mengajariku tentang arti mengontrol.

untuk yang pertama melakukan hal-hal yang ekstrim.

with all of my little broken heart, love you.

When I become Stranger.

From stranger to friend.
From friend to best friend.
From best friend to lover.
From lover to boyfriend.
From boyfriend to stranger.
that’s the rules.

You call me a stranger, you said I’m a danger. I’m broken and abondened. You are and angel, making all of my dreams come true..

Haruskah aku pergi?

Ada suatu saat kita tidak dapat memilih yang terbaik. Ada suatu saat dimana kita berbuat kesalahan, dan hidup dalam kenangan penuh penyesalan.
Jika yang terbaik adalah meninggalkan mu serta juga hidupmu, aku rela. Aku akan.
Jika yang terbaik adalah mengambil jalan masing2 dan berpisah pada suatu persimpangan, aku rela. Aku akan
Kita seperti menebak langit abu-abu.
Cinta kita tak seperti beberapa bulan lalu yang terang hingga tak bisa aku gambarkan lagi indah nya seperti apa.
Jalan kita bersimpangan, kita seperti hujan dan teduh saat ini.
Kenangan, berjejer rapi dalam otakku. Ntah bagaimana menghilangkannya, ia tersusun sedemikian rupa mengikuti kronologi cerita yang semestinya tak aku ungkit lagi.
Bagai diam dalam lingkaran, ingin melenggang pergi tapi kaki tak mampu.
Tak ingin lagi terjebak dalam lingkaran, berlari-lari saja didalamnya, merusuhkan hidupmu, hatimu, amarahmu, risaumu.
Tak sanggup lagi aku melihat sakit di matamu itu, tak sanggup lagi aku melihat sayatan di hatimu itu.
Bukan tanpa alasan, yang kulakukan berdasarkan logika serta tak adanya lagi pilihan terakhir. Ya, melupakanmu dengan cara tak semsetinya. Melupakan kenangan yang tak bisa di ganggu gugat lagi keberadaannya.
Tidak! Aku tak ingin dikejar rasa bersalah ku. Tidak! Aku tak ingin hidup dalam kenangan yang penuh dengan kata “seandainya”.
Aku tak ingin diam saja, meratapi apa yang telah aku perbuat. Kebodohanku, keteledoranku, kekhilafanku. Aku ingin berubah, aku ingin pergi tak ingin lg berdiri disana. Walaupun aku tau, tak sanggup aku melakukannya.
Aku ini apa tanpa genggaman tanganmu? Aku ini apa tanpa lengan hangatmu?
Aku ini apa tanpa pelukanmu?
Aku tak ada apa-apanya. Bahkan, aku mulai lupa bahagia itu seperti apa.
Kata maaf, tak berguna lagi dari bibirku maupun tulisanku ini. Tak ada gunanya, hatinya beku. Tak tahu lg bagaimana mencairkannya.
Aku menunggu nya, tapi tanpa hasil. Aku mencoba nya, tapi aku gagal.
Haruskah aku pergi? Iya. Kau harus. Meninggalkan kenangan, serta rasa di dalamnya. Biarlah nafas yang pernah kita hembuskan bersama aku rangkai menjadi kenangan.
Kau, yang telah hadir di hidupku.
Kau, yang begitu indah tak bisa aku ungkapkan keindahannya dengan warna biasa.
Kau, yang begitu lapang menerimaku.
Kau, yang begitu sabar menerima kekuranganku.
Kau, yang masih ingin memelukku dalam rasa kecewa dan sakit.
Kau, yang masih rela berjuang untukku.
Kehilanganmu, membuat mata dan hatiku terbuka serta harus ada kata “seandainya”. Seandainya, dahulu aku tak bertingkah seperti itu. Seandainya, dahulu aku tak berbuat seperti itu.
Terima kasih, tak usah lah repot2 aku melupakannya, karna kau disini akan menjadi orang yang tak terlupakan sampai kapanpun.